Jumat, 23 Oktober 2009

Burung Enggang

Saksikan Atraksi Budaya Suku Dayak setiap hari minggu jam 14.00 s/d 15.00 di Lamin Adat Pampang, 20 menit dari terminal Lempake Samarinda.
Enggang adalah burung khas asli Kalimantan, burung ini hidup bebas di belantara hutan Kalimantan. Burung Enggang memiliki kemampuan terbang amat tinggi dan amat jauh, sanggup terbang antar pulau. Biasanya beristirahat dan bersarang di puncak-puncak pohon yang tinggi. Keberadaan burung Enggang amat erat kaitannya dengan masyarakat suku Dayak.

Burung Enggang bisa dikatakan sebagai lambang kehidupan suku Dayak. Perpindahan burung Enggang dari satu tempat ke tempat lainnya melambangkan perpindahan suku Dayak dari satu daerah ke daerah lainnya pada masa lampau.

Hampir seluruh bagian tubuh burung Enggang ( bulu, kepala, paruh dll ) menjadi lambang lambang dan simbol kebesaran suku Dayak. Tak heran jika patung-patung burung Enggang menghiasi setiap tempat di Kalimantan Timur. ( oleh frans aso )

—-> Enggang are distinctive native birds of Borneo, these birds live freely in the jungles of Borneo jungle. Enggang has the ability to fly very high and very far away, capable of flying between islands. Usually rest and nest in the tops of tall trees. Enggang bird very existence is closely related to the Dayak tribe.

Enggang can be regarded as a symbol of the life of the Dayak tribe. Enggang bird migration from one place to another symbolizes the transfer of Dayak tribes from one region to another in the past.

Almost all parts of the body Enggang bird (feathers, head, beak, etc.) became the symbol of the emblem and symbol of the greatness of the Dayak tribe. No wonder the bird statues adorned Enggang every place in East Kalimantan. (By frans aso)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar